Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku bullying di lingkungan sekolah yang berdampak pada menurunnya minat belajar peserta didik. Di SMK Tunas Harapan Jakarta, siswa yang menjadi korban bullying menunjukkan gejala kurangnya semangat dan keterlibatan dalam proses belajar. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku Bullying terhadap minat belajar peserta didik di SMK Tunas Harapan Jakarta. Bullying merupakan bentuk perilaku negatif yang dapat berdampak pada kondisi psikologis dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui angket/kuesioner tertutup terhadap sampel peserta didik kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari dua skala, yaitu skala perilaku Bullying dan skala minat belajar, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku Bullying dengan minat belajar peserta didik. Semakin tinggi tingkat Bullying yang dialami, semakin rendah minat belajar siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Bullying di lingkungan sekolah dapat menjadi hambatan serius dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dalam menyusun kebijakan pencegahan Bullying sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.