Penelitian ini berfokus pada perencanaan kebutuhan komponen dalam proyek pembuatan jig engine sebagai alat bantu praktikum perakitan engine yang dirancang dengan prioritas zero-accident dan efisiensi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis serta merencanakan kebutuhan material dan komponen pendukung secara efisien melalui penerapan metode Material Requirement Planning (MRP) guna meminimalkan biaya produksi dan mencegah keterlambatan akibat ketidaktersediaan komponen. Metode MRP diterapkan dengan menganalisis Bill of Materials (BOM) yang berasal dari desain jig, yang mencakup komponen utama seperti rangka hollow, plat besi, pipa pejal, bearing pillow block, serta komponen dari pemasok seperti engsel dan baut. Perencanaan kebutuhan komponen disusun berdasarkan Master Production Schedule (MPS) yang mengacu pada jadwal fabrikasi dan keterbatasan anggaran. Proses manufaktur yang teridentifikasi, seperti sheet forming dan welding, digunakan sebagai dasar penentuan lead time produksi. Pengolahan data dilakukan melalui observasi dengan membandingkan teknik lot sizing Lot for Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik LFL merupakan metode yang paling ekonomis dan layak diterapkan karena lead time yang singkat serta tidak adanya ketentuan jumlah pemesanan minimum dari pemasok. Penerapan MRP menghasilkan rencana kebutuhan material dan jadwal produksi yang terstruktur, sehingga total biaya material sebesar Rp5.356.000,00 dapat dialokasikan secara efektif tanpa terjadi kelebihan persediaan maupun kekurangan komponen kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi perencanaan material dalam proyek fabrikasi alat pendidikan untuk menjamin kelancaran produksi, pengendalian biaya, serta pencapaian fungsi alat yang aman dan efektif.