This Author published in this journals
All Journal SAINTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Holistik Keberlanjutan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dengan Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA): Studi Konseptual Berbasis Data Industri Indonesia untuk Mendukung SDGs 2030 Muhammad Rayhan Alvito Fahrezy
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyusun kerangka kerja konseptual dan kuantitatif untuk mengevaluasi kinerja keberlanjutan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dengan metode Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA) terpadu. Untuk mengisi celah penelitian yaitu kurangnya model penilaian triad (lingkungan-ekonomi-sosial) yang kontekstual bagi industri hulu migas Indonesia, penelitian ini tidak menggunakan studi kasus tunggal, melainkan membangun model parametrik berdasarkan data operasional sekunder dari Lapangan "X" (batupasir, lapangan matang) dan basis data siklus hidup (Ecoinvent). Metodologi yang diterapkan adalah simulasi cradle-to-gate untuk skenario injeksi polimer-surfaktan, dengan batasan sistem eksplisit yang meliputi: produksi kimia, transportasi logistik, operasi injeksi, dan pengelolaan air terproduksi. Analisis LCA menggunakan perangkat lunak OpenLCA untuk menghitung jejak karbon (kg CO2-ek/bbl) dan ekotoksisitas air tawar; LCC menghitung levelized cost; sedangkan sLCA mengadopsi indikator kualitatif dari pedoman UNEP untuk menilai risiko sosial potensial pada kategori "kesehatan pekerja" dan "penerimaan masyarakat lokal". Hasil simulasi awal mengidentifikasi hotspot keberlanjutan kritis: fase produksi kimia komersial menyumbang secara dominan (>65%) terhadap jejak karbon, sementara biaya energi operasional menjadi penggerak biaya utama. Kontribusi inovatif penelitian ini adalah peta jalan LCSA terstruktur yang dapat diadopsi untuk penyaringan awal proyek CEOR, yang secara eksplisit menghubungkan setiap hotspot dengan target SDGs—terutama SDG 9 (inovasi industri rendah karbon) dan SDG 12 (efisiensi sumber daya). Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan berfokus pada pentingnya kriteria keberlanjutan holistik dalam tender kimia dan strategi mitigasi sosial berbasis komunikasi proaktif. Kesimpulan teknikal menegaskan bahwa pendekatan LCSA tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, melainkan sebagai kerangka desain awal (front-end loading) untuk mencapai CEOR yang ekonomis dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial.