Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pemikiran Surastri Karma Trimurti Dalam Memperjuangkan Kebebasan Pers dan Kesetaraan Gender Di Indonesia Maharani, Meisyia; Nasution, Nurseri Hasnah; Jufrizal, Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjuangan kebebasan pers dan kesetaraan gender merupakan bagian penting dalam proses pembentukan demokrasi di Indonesia sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan. Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran strategis melalui aktivitas jurnalistik dan gerakan politik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak dasar manusia. Salah satu tokoh perempuan yang berperan besar adalah Surastri Karma Trimurti (S.K. Trimurti ) , yang dikenal melalui gagasan serta perjuangannya dalam memperjuangkan kebebasan pers dan kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam kontribusi pemikiran S.K. Trimurti sebagai tokoh perempuan revolusioner dalam bidang jurnalistik, aktivisme politik, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pemikiran beliau menjadi landasan penting dalam menjaga kedaulatan informasi, kebebasan berekspresi, serta martabat perempuan di tengah tekanan kolonial yang represif. S.K. Trimurti memanfaatkan media pers sebagai sarana perjuangan untuk menentang pembatasan kebebasan berpendapat sekaligus melawan ketidakadilan gender yang dipengaruhi sistem kolonial dan budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model tiga dimensi Norman Fairclough, yang mencakup analisis teks (mikro), praktik media (meso), dan praktik sosial-budaya (makro). Data diperoleh dari karya tulis asli, dokumentasi sejarah perjuangan S.K. Trimurti, serta didukung oleh sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S.K. Trimurti secara konsisten mendorong perubahan pandangan terhadap budaya patriarki yang membatasi perempuan dalam konsep “konco wingking”. Ia juga menempatkan pers sebagai sarana pendidikan politik masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kritis. Temuan ini menegaskan bahwa kebebasan pers dan kesetaraan gender saling berkaitan, di mana pers menjadi ruang perjuangan hak perempuan sekaligus fondasi bagi terwujudnya demokrasi yang lebih adil di Indonesia.