Obesitas pada remaja merupakan permasalahan kesehatan global yang terus mengalami peningkatan signifikan dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan individu. Data WHO (2020) mencatat lebih dari 340 juta remaja usia 5–19 tahun mengalami obesitas di seluruh dunia, sementara prevalensi obesitas remaja di Indonesia berdasarkan Riskesdas (2018) tercatat sebesar 16,0%. Obesitas pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi usia, jenis kelamin, pola makan tidak seimbang, serta kurangnya aktivitas fisik yang memadai. Apabila tidak ditangani sejak dini, kondisi ini berisiko memicu komplikasi serius seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit tidak menular lainnya hingga usia dewasa. Survei awal di SMA 14 Medan Tahun 2024 menunjukkan dari 10 siswa yang diukur, sebanyak 6 orang mengalami obesitas berdasarkan nilai Indeks Massa Tubuh di atas batas normal, mengindikasikan tingginya angka kejadian obesitas di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik obesitas pada remaja di SMA 14 Medan Tahun 2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, pola makan, dan aktivitas fisik. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 976 siswa/siswi SMA 14 Medan, dengan sampel sebanyak 57 responden yang memenuhi kriteria inklusi mengalami obesitas berdasarkan nilai IMT di atas batas normal. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire) untuk pola makan, kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) untuk aktivitas fisik, serta pengukuran IMT menggunakan timbangan dan meteran. Data dianalisis menggunakan analisis univariat statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 16 tahun paling dominan mengalami obesitas sebesar 49,1%, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (59,6%) dibandingkan laki-laki (40,4%). Pola makan mayoritas responden berada pada kategori cukup (71,9%), dan aktivitas fisik sebagian besar berada pada kategori sedang (87,9%). Berdasarkan kategori IMT, sebagian besar responden tergolong Obesitas I (87,9%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik obesitas pada remaja di SMA 14 Medan dipengaruhi oleh kombinasi faktor usia, jenis kelamin, kualitas pola makan, dan intensitas aktivitas fisik yang belum optimal, sehingga diperlukan intervensi edukasi gizi dan peningkatan program aktivitas fisik terstruktur di lingkungan sekolah.