Wibowo, Mariana
Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Share : Journal of Service Learning

PENGEMBANGAN PAUD MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN & KREATIVITAS DI KELURAHAN SIWALANKERTO, KECAMATAN WONOCOLO, SURABAYA Mariana Wibowo; Astri Indrawati Gunawan; Yiawla Ismarch Priadi
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 1 (2019): FEBRUARY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.443 KB) | DOI: 10.9744/share.5.1.14-19

Abstract

Para guru (bunda) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diharapkan memiliki kemampuan untuk membuat seorang anak nyaman di PAUD, mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kecerdasan si anak serta dapat mengembangkan metode dan media belajar untuk anak usia dini secara tepat dan efisien. Stimulus yang diberikan bunda PAUD melalui kegiatan bermain sambil belajar, membuat anak dapat menyerap ilmu dan mengembangkan potensinya, sehingga memiliki kualitas yang bagus, cerdas berkarakter, berani, kreatif berkepribadian dan berakhlak mulia, untuk akhirnya siap menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Disinilah letak penting peran bunda PAUD dalam membimbing anak didiknya guna mengembangkan potensi yang dimiliki si anak dengan memanfaatkan momentum masa keemasan perkembangan otaknya dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki para bunda PAUD serta melatih motoric dan sensorik anak usia dini. Untuk menjawab kebutuhan inilah, Program studi Desain Interior Universitas Kristen Petra mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan membuat art & craft tangan dan elemen desain interior melalui kegiatan abdimas (Pengabdian Masyarakat) dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi bunda-bunda PAUD di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya. Pada pelaksanaan kegiatan Abdimas ini, subyek pelatihan dilatih untuk mampu mengembangkan ketrampilan dan kreatifitas bunda PAUD dalam membuat beberapa produk dengan memanfaatkan material yang mudah ditemukan dan ekonomis di lingkungan sekitar. Hasil produk ketrampilan bunda PAUD ini dapat digunakan untuk pengembangan desain interior ruang PAUD di Siwalankerto, Surabaya
PENGEMBANGAN DESAIN INTERIOR RUMAH KREATIF BATIK PUTAT JAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT EKS LOKALISASI DOLLY Christopher Wibisono Santoso; Timotius Andrew; Joshua Sasongko; Mariana Wibowo
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 1 (2020): FEBRUARY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.546 KB) | DOI: 10.9744/share.6.1.45-52

Abstract

Kelurahan Putat Jaya, Surabaya merupakan kawasan Eks-Lokalisasi Dolly. Kawasan tersebut dikenal dengan masa lalunya yang banyak dilakukan praktek prostitusi, hingga dicatat sebagai kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Guna memperbaiki pandangan tersebut, maka pemerintah mulai menjalankan beberapa program untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat di kawasan Dolly dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Rumah Kreatif Batik Putat Jaya merupakan salah satu wadah dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Putat Jaya. Wadah ini juga berguna untuk melestarikan budaya Batik sebagai bukti pengabdian masyarakat kepada Indonesia. Paper ini membahas mengenai proyek pengabdian untuk pengembangan lokasi Rumah Batik Putat Jaya. Kegiatan ini dilakukan oleh 5 orang Mahasiswa, dan dibimbing oleh satu Dosen dari Program Studi Interior Universitas Kristen Petra. Proyek ini dijalankan melalui lima tahap Design Thinking menurut Stanford, yaitu emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Proyek pengabdian ini menghasilkan desain yang dapat meningkatkan daya tarik masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk lebih mengenal budaya batik.Putat Jaya Village, Surabaya is a Dolly Ex-Localization area. The area is known for its past which is widely practiced prostitution, to be recorded as the largest localization area in Southeast Asia. To improve this view, the government began to run several programs to improve the quality of life of the people in the Dolly region by providing them with jobs. Batik Putat Jaya Creative House is one of the institutions of the government to improve the quality of life of the Putat Jaya Kelurahan community. This container is also useful for preserving Batik culture as evidence of community service to Indonesia. This paper discusses the community service project for the development of the Putat Jaya Batik House location. This activity was carried out by 5 students, and was guided by a Lecturer from the Interior Study Program of Petra Christian University. The project is run through five stages of Design Thinking, namely emphatize, define, ideate, prototype, and test. This service project produces a design that can increase the appeal of the people of Surabaya and surrounding areas to get to know the culture of batik.