Prevalensi usia produktif yang menderita hipertensi di Provinsi Nusa Tenggara Barat semakinĀ meingkat setiap tahunnya. Hipertensi pada usia produktif dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Karang Pule. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung terhadap responden menggunakan instrumen penelitian yaitu timbangan badan, microtoise, alat pengukur kolesterol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Rank Spearman). Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden usia produktif mengalami hipertensi tahap 2 yaitu 63,7%. Terdapat hubungan signifikan antara lingkar perut terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,58; p-value = 0,000), indeks massa tubuh (IMT) terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,47; p-value = 0,000), dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,51; p-value = 0,000). Responden dengan lingkar perut beresiko, berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 14,131 kali dibandingkan dengan responden dengan lingkar perut normal (OR=14,131; 95%CI:2,623-76,135). Responden dengan kolesterol total tinggi, berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 7,597 kali dibandingkan dengan responden dengan kolesterol total normal (OR=7,597; 95%CI:1,369-42,137). Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Karang Pule.