Rendahnya efektivitas dan keandalan mesin produksi menjadi kendala dalam pencapaian target kualitas dan kuantitas di industri tekstil, khususnya pada mesin Carding yang berperan penting dalam menentukan mutu serat sebelum pemintalan; permasalahan yang muncul meliputi downtime tinggi, penurunan kecepatan operasi, serta peningkatan produk cacat yang berdampak langsung pada nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sekaligus keandalan mesin Carding LC363 Line B2 melalui pendekatan terintegrasi antara metrik efektivitas dan reliabilitas menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data observasi, wawancara, dan laporan produksi. Analisis dilakukan menggunakan OEE, Mean Time To Failure (MTTF), Mean Time To Repair (MTTR), Six Big Losses, serta Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil menunjukkan nilai OEE berada pada rentang 57,90%–70,61% dengan mesin nomor 11 memiliki performa terendah; faktor dominan penurunan efektivitas berasal dari downtime akibat keausan komponen dan durasi setup yang panjang. Analisis reliabilitas memperlihatkan variasi MTTF dan MTTR yang memengaruhi Availability, sedangkan FMEA mengidentifikasi keausan mesin sebagai mode kegagalan paling kritis dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 280. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode evaluasi keandalan mesin melalui integrasi OEE dan parameter reliabilitas (MTTF–MTTR) dalam satu kerangka analisis terpadu yang diperkuat oleh Six Big Losses dan FMEA, sehingga menghasilkan model evaluasi yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan OEE secara tunggal; secara praktis, temuan ini menjadi dasar penyusunan strategi preventive maintenance, peningkatan kompetensi operator, dan implementasi monitoring berbasis data.