Sulistiyowati, Niken Ratih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemetaan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk Mendukung Gerakan “Magelang Gumregah” Pramesti, Diesyana Ajeng; Hardiyanti, Linda; Sulistiyowati, Niken Ratih; Noviyanti, Noviyanti; Damayanti, Putri
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i1.1970

Abstract

Permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Magelang menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung gerakan "Magelang Gumregah". Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemetaan, validasi, serta intervensi terhadap ATS di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif perangkat desa dan masyarakat sebagai subjek pemetaan. Tahapan kegiatan dimulai dengan validasi data sekunder melalui kunjungan lapangan (door-to-door) ke setiap dusun di wilayah Banyuroto guna mengidentifikasi ATS usia produktif dengan kriteria berusia maksimal 18 tahun, belum menikah, tidak bekerja tetap, dan tidak menempuh pendidikan di pesantren. Hasil pemetaan partisipatif mengkonfirmasi keberadaan 41 ATS yang tersebar di lima dusun, dengan konsentrasi tertinggi di Dusun Suwanting (21 anak). Berdasarkan data tersebut, tim melakukan intervensi melalui dua jalur: preventif dan penanganan. Jalur preventif diimplementasikan melalui sosialisasi kepada kelompok PKK dan Dasawisma serta program character building bagi siswa SDN 01 Banyuroto dan MI Al-Kautsar untuk meningkatkan motivasi melanjutkan sekolah hingga jenjang SMA. Jalur penanganan dilakukan melalui sesi diskusi literasi digital dan aktualisasi IPTEK bagi ATS guna membekali mereka dengan keterampilan adaptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu menghasilkan data ATS yang presisi sebagai basis kebijakan desa. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dan memotivasi siswa untuk mencegah timbulnya ATS baru di masa depan.