Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi utama yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi sejak lahir. Pemberian ASI memiliki berbagai manfaat, termasuk memberikan asupan gizi yang penting dan melindungi bayi dari infeksi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mendukung perkembangan otak dan organ-organ bayi. Pemerintah Indonesia mendukung rekomendasi WHO dan UNICEF terkait pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai upaya penyelamatan kehidupan bayi. Penerapan IMD diketahui mampu menurunkan angka kematian bayi hingga 22% pada satu jam pertama kelahiran serta sebesar 16% pada bayi usia kurang dari 28 hari apabila pemberian ASI dimulai dalam rentang waktu 2–24 jam setelah lahir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi IMD terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah pesisir Kota Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, yaitu one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 responden yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang ditentukan dengan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi sebesar 38,6% berada dalam kategori baik, dan meningkat menjadi 88,6% setelah diberikan edukasi. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value < 0.05 yang berarti ada pengaruh yang bermakna antara edukasi inisiasi menyusu dini terhadap pengetahuan ibu hamil. Simpulan: Edukasi IMD efektif terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Nambo.