Penelitian ini mengkaji screen time dan aktivitas digital mahasiswa baru Muslim Universitas Andalas serta implikasinya terhadap praktik ibadah. Masa transisi menuju kehidupan kampus ditandai dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital yang berpotensi memengaruhi pola perilaku sehari-hari, termasuk aktivitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat screen time dan praktik ibadah, menganalisis hubungan keduanya, serta mengidentifikasi perbedaan praktik ibadah berdasarkan jenis aktivitas digital dominan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif-korelasional dengan melibatkan 262 mahasiswa baru Muslim. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda dengan kontrol demografis, uji linieritas, serta analisis varians satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat screen time berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan praktik ibadah berada pada kategori cukup baik. Ditemukan hubungan positif yang lemah namun signifikan secara statistik antara screen time dan praktik ibadah. Screen time tetap menjadi prediktor signifikan setelah dikontrol oleh jenis kelamin, usia, dan fakultas, meskipun kontribusinya relatif kecil. Selain itu, mahasiswa dengan aktivitas digital dominan pada bidang edukasi memiliki praktik ibadah yang lebih tinggi dibandingkan kelompok hiburan dan media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa relasi antara perilaku digital dan praktik ibadah bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh konteks penggunaan teknologi.