Fenomena banjir yang terjadi secara berulang di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, telah menjadi bagian dari realitas sosial masyarakat yang hidup berdampingan dengan bencana. Kondisi tersebut mendorong penciptaan karya feature dokumenter “The People Who Normalize Disaster: Living With Floods in Dayeuhkolot” yang bertujuan mengangkat isu sosial dan lingkungan melalui pendekatan visual sinematografi. Laporan Tugas Akhir ini membahas penerapan teknik pengambilan gambar oleh Director of Photography (DoP) dalam proses pembuatan feature dokumenter tersebut. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penerapan teknik sinematografi, meliputi camera angle, camera movement, type of shot, framing, dan komposisi, digunakan untuk memperkuat narasi dan penyampaian pesan sosial kepada penonton. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pada tahap pra-produksi, DoP berperan dalam perumusan konsep visual, penyusunan shot list, dan perencanaan teknis. Tahap produksi difokuskan pada implementasi konsep visual melalui pengambilan gambar di lapangan, sementara tahap pasca-produksi menitikberatkan pada pemilihan footage dan konsistensi visual melalui color grading. Hasil karya menunjukkan bahwa penerapan teknik pengambilan gambar secara terencana mampu membangun suasana, memperkuat emosi, serta menghadirkan realitas banjir sebagai pengalaman kolektif masyarakat Dayeuhkolot. Simpulan dari penciptaan ini menegaskan bahwa peran Director of Photography sangat penting dalam membentuk kekuatan visual feature dokumenter sebagai media refleksi sosial dan penyampai pesan kemanusiaan