Media komunikasi massa seperti novel mempunyai pengaruh yang efisien dalam kehidupan sosial, hal ini karena novel turut andil dalam membentuk doktrin, perilaku dan pola pikir masyarakat. Novel yang memiliki fungsi sebagai penyebaran informasi, pendidikan, dan pengaruh salah satunya adalah novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa teks yang ada pada novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan serta melihat dan mengetahui praktik diskursif serta praktik sosio - kultural dari novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami dan menunjukkan tentang perepresentasian perempuan melalui novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Kemudian dijelaskan dengan menggunakan analisis Wacana Norman Fairclough terkait dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosio – kulturalnya. Penelitian ini menghasilkan tiga Kesimpulan, pertama misrepresentasi perempuan dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban ganda. Kedua praktik Diskursif dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan, membahas tentang kritik terhadap patriarki yang di mana penulis novel menggunakan narasi untuk menunjukkan bagaimana sistem patriarki mengatur kehidupan perempuan. Melalui karakter Dewi Ayu dan kisah perjuangannya, novel ini menyoroti ketidakadilan gender dan kekerasan seksual yang sering dialami oleh perempuan di masyarakat. Ketiga praktik Sosio – Kultural dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan menjelaskan tentang sebuah refleksi mendalam tentang bagaimana kecantikan bisa menjadi kutukan bagi perempuan dalam masyarakat patriarki