Novel Hati Suhita merupakan salah satu objek pembelajaran yang menarik dalam ilmu komunikasi pasangan suami istri. Novel Hati Suhita menceritakan lika-liku kehidupan pernikahan hasil perjodohan, tentang usaha seorang istri dalam memperoleh keluarga yang harmonis. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat komunikasi dan dialektika yang mengiringi kehidupan mereka. Pendekatan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan teori dialektika relasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan observasi teks. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis dialektika relasional. Hasil dari penelitian ini adalah hubungan bersifat fluktuatif, yaitu mengalami dinamika perjalanan yang tidak selamanya berjalan dengan baik. Kedua, hubungan mereka bersifat kontradiktif. Alina Suhita menerima perjodohan dengan senang hati sedangkan Gus Birru belum bisa menerima perjodohan karena masih belum bisa melupakan masa lalunya. Ketiga, hubungan mereka memiliki kontradiksi namun dinamis. Artinya Alina Suhita menjadikan kontradiksi sebagai bahan bakar untuk terus berusaha dan bukan dijadikan sebagai alasan untuk menyerah. Keempat, dalam hubungan Alina Suhita dan Gus Birru menjadikan komunikasi sebagai pengelola permasalahan mereka. Strategi dalam mengatasi ketegangan dialektika relasional antara Alina Suhita dan Gus Birru adalah neutralizing dan reframing. Maksudnya neutralizing karena Gus Birru sudah melupakan masa lalunya dan disampaikan langsung kepada Alina Suhita, sedangkan yang dimaksud reframing adalah Alina dan Gus Birru menata ulang kembali hubungan mereka dan menganggap masa lalu telah selesai.