Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 008 Sendayan, yang disebabkan oleh kurangnya kelancaran berbicara, artikulasi yang kurang jelas, dan ketepatan isi cerita saat anak bercerita di depan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui penerapan kegiatan One Week One Story. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal 008 Sendayan yang berjumlah 15 anak (5 laki-laki dan 10 perempuan). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil pratindakan, siklus I, dan siklus II. Pada pra-siklus, sebagian besar anak menunjukkan kemampuan yang belum berkembang (BB) pada indikator kelancaran berbicara (53,33%), artikulasi (46,66%), dan ketepatan isi cerita (60%). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara anak pada setiap siklus. Pada siklus I, terjadi peningkatan dengan rincian kelancaran berbicara (BB: 33,33%), artikulasi (BB: 26,66%), dan ketepatan isi cerita (BB: 33,33%). Pada siklus II, peningkatan signifikan terlihat dengan sebagian besar anak mencapai kategori berkembang sangat baik (BSB) pada kelancaran berbicara (86,66%), artikulasi (73,33%), dan ketepatan isi cerita (80%). Dengan demikian, kegiatan One Week One Story terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 008 Sendayan.