Indra Triyadi, Edith
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI YANG DIRASAKAN DAN NIAT MEMBELI BIO-BENSIN (STUDI KASUS PERTAMAX GREEN 95): PENELITIAN TERHADAP KONSUMEN BAHAN BAKAR NON-SUBSIDI DI INDONESIA Edith Indra Triyadi1, sMustika Sufiati Purwanegara2 Indra Triyadi, Edith; Purwanegara, Mustika Sufiati
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6ezn2r24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi secara empiris model yang menjelaskan niat pembelian konsumen terhadap Pertamax Green 95, bio-bensin E5 pertama di Indonesia. Penelitian ini menjawab tantangan bisnis pertumbuhan penjualan yang stagnan dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang membentuk nilai yang dirasakan konsumen dan menentukan pentingnya relatif faktor-faktor tersebut dalam proses pengambilan keputusan calon pengguna di pasar Jawa Barat yang strategis. Survei kuantitatif lintas sektoral dilakukan, mengumpulkan data dari 412 pengguna bensin non-subsidi yang belum mengadopsi Pertamax Green 95, yang berlokasi di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Data dianalisis menggunakan pendekatan dua metode: Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menguji kerangka konseptual utama dan lima hipotesisnya, sementara Analisis Varian (ANOVA) dilakukan untuk menguji perbedaan signifikan dalam persepsi kunci di antara segmen demografis yang berbeda. Analisis PLS-SEM mengonfirmasi bahwa kelima hipotesis tersebut secara statistik signifikan, dengan model menjelaskan 59,1% varians dalam Niat Pembelian (R² = 0,591). Hierarki pengaruh yang jelas terbentuk, dengan hambatan utama adalah Sensitivitas Harga (β = -0,354) dan Persepsi Risiko (β = -0,289). Pemicu positif terkuat adalah Kinerja yang Dirasakan (β = +0,258), sementara Kesadaran Lingkungan (β = +0,157) merupakan prediktor terlemah. Analisis ANOVA memberikan bukti empiris untuk segmentasi pasar, menunjukkan bahwa pemilik mobil secara signifikan lebih menghindari risiko dan berorientasi pada kinerja, sementara konsumen berpenghasilan rendah secara signifikan lebih sensitif terhadap harga. Penelitian ini menyediakan model perilaku konsumen terhadap bio-gasoline yang pertama kali diverifikasi secara empiris dalam konteks unik pasar bahan bakar premium Indonesia. Model ini mengukur dominasi pertimbangan pragmatis (biaya, risiko) atas environmentalisme dan secara statistik memvalidasi keberadaan arketipe konsumen yang berbeda—“Affluent but Cautious” dan “Mass-Market Pragmatist”—memberikan dasar yang kokoh untuk strategi pemasaran yang ditargetkan dan disegmentasi.