Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui electronic procurement (e-procurement) di PT Angkasa Pura Aviasi dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang berfokus pada analisis tingkat kepentingan (importance) dan kinerja (performance) untuk menentukan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam sistem e-procurement. Populasi penelitian mencakup pihak internal perusahaan yang terlibat dalam proses pengadaan serta penyedia barang/jasa eksternal yang terdaftar dalam sistem e-procurement. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh untuk pihak internal dan simple random sampling sebesar 10% dari total penyedia aktif untuk pihak eksternal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner berbasis skala Likert, kemudian dianalisis secara kuantitatif deskriptif dengan metode IPA melalui tahapan editing, coding, tabulating, dan scoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-procurement telah berjalan baik namun masih memerlukan peningkatan di beberapa aspek. Dari segi efisiensi, sistem belum sepenuhnya terotomasi karena masih adanya proses manual yang menghambat kecepatan. Aspek efektivitas menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi SDM dan keandalan sistem TI. Aspek kompetitif perlu diperkuat dengan memperluas partisipasi vendor, terutama dari UMKM. Transparansi dan keadilan telah berjalan baik, namun masih diperlukan penguatan kanal pelaporan publik dan komunikasi hasil evaluasi. Sementara itu, aspek akuntabilitas menunjukkan perlunya integrasi penilaian kinerja vendor dan sistem audit digital. Secara keseluruhan, e-procurement di PT Angkasa Pura Aviasi telah mendukung prinsip pengadaan yang efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar dan akuntabel, namun peningkatan digitalisasi dan tata kelola diperlukan untuk mencapai kinerja optimal.