Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi digitalisasi administrasi terhadap proses dan kualitas pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) serta mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan dan strategi pencapaian target 97% satker minimal predikat BB di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen pada 37 satuan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan teknik tematik, SWOT terintegrasi dengan manajemen operasi, diagram fishbone, dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengidentifikasi akar masalah, peluang, dan strategi peningkatan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi melalui sistem SICANA dan SERENATA memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan kualitas output pelaporan. Waktu siklus pelaporan berkurang dari rata-rata 15 hari menjadi 5–7 hari, validasi data dipercepat hingga 70%, dan aktivitas tidak bernilai tambah berkurang drastis. Akurasi data meningkat dari 65% menjadi 92%, keterlambatan pelaporan turun dari 45% menjadi 12%, serta standarisasi format laporan diterapkan pada 85% satker. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepemimpinan dan komitmen pimpinan (35%), kesiapan infrastruktur teknologi (25%), kompetensi dan literasi digital SDM (20%), serta standarisasi proses (20%). Hambatan utama meliputi disparitas literasi digital, ketergantungan pada operator tertentu, keterbatasan infrastruktur, dan budaya kerja manual. Strategi pencapaian target 97% dirumuskan melalui matriks TOWS dan roadmap manajemen operasi dalam tiga fase: fondasi, transformasi proses, dan keunggulan berkelanjutan. Implementasi strategi diproyeksikan meningkatkan efisiensi proses 70%, menurunkan tingkat kesalahan 80%, serta memperkuat budaya digital dan akuntabilitas kinerja. Temuan ini memberikan panduan strategis bagi satuan kerja dalam mempercepat transformasi digital dan mencapai target AKIP secara berkelanjutan.