Penelitian ini bertujuan menginvestigasi dampak dari Keterbukaan Informasi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang bersifat material secara finansial, serta praktik Tata Kelola Perusahaan terhadap Ukuran Nilai Entitas Bisnis. Pendekatan empiris yang diterapkan dalam studi ini adalah metode kuantitatif, dengan pemanfaatan analisis regresi data panel yang difasilitasi oleh perangkat lunak EViews versi 13. Implementasi Model Efek Acak (Random Effect Model - REM) dipilih sebagai kerangka analisis model, berdasarkan evaluasi hasil uji pemilihan model yang relevan. Data empiris yang digeluti bersumber dari data sekunder yang dihimpun dari laporan tahunan entitas bisnis di sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang waktu 2022 hingga 2024. Analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh prediktor independen menunjukkan koefisien pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap variabel dependen, yang dibuktikan dengan nilai probabilitas untuk setiap prediktor yang diperoleh berada di bawah ambang batas signifikansi 0,05. Secara spesifik, Keterbukaan Informasi ESG menampilkan nilai probabilitas sebesar 0,012, mengindikasikan adanya hubungan positif dengan nilai perusahaan. Sementara itu, Materialitas Finansial ESG menghasilkan nilai probabilitas sebesar 0,021, yang secara substansial membuktikan bahwa penyampaian informasi ESG yang relevan secara finansial memiliki kapasitas untuk mengoptimalisasi valuasi perusahaan. Tata Kelola Perusahaan juga berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,033, menunjukkan bahwa praktik tata kelola yang baik mendukung peningkatan nilai perusahaan. Selain itu, variabel nilai perusahaan dalam model memiliki probabilitas 0,000 dan menjadi faktor paling dominan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ESG Disclosure, ESG Financial Materiality, dan Tata Kelola Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan.