Prasetya, Anggih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT ADOPSI STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) OLEH PENGGUNA MOBIL LISTRIK DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN UTAUT2 Prasetya, Anggih; Suryani, Erma; Ginardi, Raden Venantius Hari
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/c67pec55

Abstract

Lonjakan adopsi Kendaraan Listrik (EV) di Indonesia, yang didorong oleh insentif masif, menuntut ketersediaan infrastruktur pengisian daya publik yang memadai. Keberhasilan target ambisius pemerintah menyediakan 62.918 unit SPKLU pada tahun 2030 sangat bergantung pada niat adopsi pengguna.  Penelitian ini penting karena ekosistem SPKLU menghadapi tantangan kritis, termasuk persebaran yang belum merata, isu keandalan dan tingginya Perceived Risk pengguna, yang menciptakan ketidakpastian dalam niat adopsi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat adopsi SPKLU berfokus pada konstruk utama UTAUT2 (Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Condition, Price Value), serta pengaruh dua faktor ekstensi krusial yaitu Perceived Risk dan Policy Incentives. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data dikumpulkan melalui metode survei terhadap pengguna SPKLU menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural (SEM) untuk menguji hipotesis dan mengidentifikasi hubungan kausalitas serta faktor dominan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perceived risk, effort expectancy, dan performance expectancy terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi SPKLU sedangkan social influence dan price value tidak menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Selain itu, facilitating condition tidak mampu memoderasi hubungan antara perceived risk dan niat adopsi SPKLU namun policy incentives terbukti dapat memoderasi pengaruh price value terhadap niat adopsi SPKLU.