Pratama, Riangga Harlan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN STRATEGI KOMUNIKASI KORPORAT DALAM MENINGKATKAN ATENSI PASAR: STUDI PADA PT MAGENTA JAYA MAKMUR Pratama, Riangga Harlan; Patriantoro, Teguh Hartono
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zaed3c79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi PT. Magenta Jaya Makmur dalam meningkatkan atensi pasar melalui pendekatan komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) dan pemanfaatan media digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi konten digital yang dipublikasikan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Magenta Jaya Makmur menerapkan strategi komunikasi berbasis nilai inti perusahaan yang “young, kreatif, dan cheerful” untuk menyasar segmen anak muda. Strategi komunikasi dilakukan melalui desain pesan yang relevan, pemanfaatan platform utama seperti Instagram dan TikTok, serta implementasi digital marketing yang menekankan konten kreatif, storytelling, dan penggunaan tren viral. Atensi pasar meningkat melalui rekomendasi konsumen, penguatan portofolio digital, serta tingginya keterlibatan audiens terhadap konten yang bersifat unik dan menghibur. Tantangan utama yang ditemukan adalah kurangnya riset segmentasi dan brand positioning pada fase tertentu, namun perusahaan mampu mengatasinya melalui konsistensi produksi konten dan adaptasi terhadap dinamika tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi digital yang terintegrasi dan berbasis kreativitas mampu meningkatkan atensi pasar dan memperkuat brand awareness serta brand equity perusahaan.