Prayogi, Hendra Nur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ARUS KAS OPERASIONAL, PROFITABILITAS, CURRENT RATIO DAN DEBT EQUITY RATIO TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA INDUSTRI RETAIL DI INDONESIA Prayogi, Hendra Nur
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/qd2paq76

Abstract

Sektor ritel menghadapi tekanan persaingan dan perubahan pola konsumsi yang dapat memengaruhi kesehatan keuangan perusahaan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko financial distress, yaitu keadaan ketika perusahaan mengalami kesulitan memenuhi kewajiban keuangannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Arus Kas Operasional (AKO), Profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap financial distress pada perusahaan sektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Variabel financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh 31 perusahaan selama empat tahun pengamatan (124 observasi). Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda disertai uji asumsi klasik dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial AKO berpengaruh signifikan terhadap Altman Z-Score, ROA dan CR berpengaruh signifikan terhadap Altman Z-Score, sedangkan DER berpengaruh tidak signifikan pada taraf 5%. Secara simultan, AKO, ROA, CR, dan DER berpengaruh signifikan terhadap Altman Z-Score. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen perusahaan ritel dalam memperkuat profitabilitas dan likuiditas serta mengelola arus kas dan struktur pendanaan untuk menekan risiko financial distress.