Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner di Bangkinang Kota menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun demikian, sebagian besar pelaku usaha masih menjalankan usahanya tanpa perencanaan bisnis yang sistematis, sehingga rentan terhadap persaingan dan dinamika lingkungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi faktor internal dan eksternal usaha kuliner di Bangkinang Kota, menentukan posisi strategis usaha melalui analisis SWOT, serta merumuskan strategi perencanaan bisnis yang tepat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan analisis kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pelaku usaha kuliner yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan menyusun matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi kuadran strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kuliner di Bangkinang Kota memiliki kekuatan pada kualitas produk, harga yang kompetitif, serta loyalitas pelanggan, namun masih memiliki kelemahan dalam pengelolaan keuangan dan promosi digital. Dari sisi eksternal, peluang pasar masih terbuka luas meskipun terdapat ancaman persaingan yang ketat dan fluktuasi harga bahan baku. Berdasarkan hasil analisis IFAS dan EFAS, posisi usaha berada pada Kuadran I (Strategi SO), yang menunjukkan kondisi internal kuat dan peluang eksternal tinggi. Dengan demikian, strategi pertumbuhan agresif berbasis pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang pasar dinilai tepat dalam mendukung perencanaan bisnis yang lebih terarah dan berkelanjutan