Abstrak Pesatnya pertumbuhan teknologi informasi telah meningkatkan permintaan akan sistem manajemen data yang aman dan andal. Basis data terpusat menjadi semakin rentan terhadap pelanggaran data, manipulasi, dan serangan siber. Studi ini secara sistematis meninjau peran teknologi enkripsi berbasis blockchain dalam meningkatkan keamanan basis data di berbagai sektor. Menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (SLR), dua puluh lima artikel peer-review yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 dianalisis dari basis data terkemuka seperti IEEE Xplore, ScienceDirect, SpringerLink, dan ACM Digital Library. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi blockchain dengan algoritma enkripsi modern seperti AES, RSA, SHA-256, Speck, dan XChaCha20-Poly1305 secara signifikan meningkatkan integritas data, kerahasiaan, dan autentikasi. Sifat blockchain yang terdesentralisasi dan tidak dapat diubah memastikan manajemen data yang anti-rusak sekaligus memberikan transparansi dan akuntabilitas. Arsitektur blockchain hibrida dan berizin diidentifikasi sebagai yang paling efektif dalam menyeimbangkan keamanan, privasi, dan efisiensi sistem. Namun, tantangan tetap ada, termasuk biaya komputasi yang tinggi, skalabilitas yang terbatas, serta kendala regulasi dan sumber daya manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa enkripsi berbasis blockchain merupakan pendekatan transformatif terhadap perlindungan data digital. Penelitian di masa mendatang sebaiknya berfokus pada pengembangan algoritma enkripsi adaptif, integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi ancaman otomatis, dan pembentukan kerangka regulasi nasional untuk mendukung implementasi blockchain skala besar.