Aulia, Nanda Nurul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Peran Kepala Madrasah Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar di MTs Darul Arafah Pangkalan Brandan Aulia, Nanda Nurul; Sari, Novita; Febriyanni, Rani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2740

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan serangkaian pedoman pembelajaran yang di gagas oleh kemendikbud sebagai terobosan baru mulai tahun 2022 untuk menjawab perkembangan zaman, maka dari itu perlu adanya inovasi pengembangan kurikulum merdeka ini untuk mencapai tujuan pembelajaran di sekolah maupun madrasah. Untuk itu dalam penerapanya kepala madrasah dituntut sekreatif dan seinovatif mungkin melakukan perubahan untuk menggerakan madrasahnya. Fokus dalam penelitian ini membahas tentang Bagaimana proses penerapan kurikulum merdeka belajar di MTs Darul Arafah Pangkalan Brandan? Bagaimana inovasi peran kepala madrasah dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di MTs Darul Arafah Pangkalan Brandan? Bagaimana hambatan atau tantangan kepala madrasah dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di MTs Darul Arafah Pangkalan Brandan?. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (Case studi). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data mengacu pada teori yang langkah-langkahnya yakni: melakukan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Untuk teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini pertama yakni implementasi inovasi kepala madrasah dalam pengembangan kurikulum merdeka yakni langkah awal kepala madrasah merencanakan secara matang program-program sebagai terobosan baru yang akan dilaksanakan seperti pengadaan pelatihan-pelatihan bagi guru, menjalin relasi dengan instansi lain untuk pembelajaran dan menyediakan sarana prasarana yang memadai untuk menunjang kebutuhan pembelajaran yang berbasis kurikulum merdeka kemudian dalam pengorganisasiannya kepala madrasah memberikan wewenang kepada waka kurikulum sebagai penanggungjawab program pelatihan, waka humas sebagai penanggungjawab segala bentuk relasi dengan instansi lain dan waka sarpras sebagai penanggungjawab hal-hal yang berkaitan dengan pengadaan barang kebutuhan pembelajaran. Adapun pelaksanaanya terangkum dalam pembelajaran intrakurikuler yang berlandaskan pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila (P5), dan ekstrakurikuler yang terdapat 5 bidang ekstra untuk mengembangkan potensi siswa. Kedua, adanya faktor penghambat seperti kurangnya buku ajar, dan kesiapan guru dikarenakan seringnya berganti kurikulum, kemudian faktor pendukung stakholder yang senantiasa berdedikasi penuh dalam pembelajaran, sarana prasarana yang terus diupdate dan tentunya kepemimpinankepala madrasah yang intens.