Azzahra, Shinta Nuriyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Teman Sebaya Dengan Kesehatan Mental Anak Usia MI Azzahra, Shinta Nuriyah; Asiah, Siti; Oktafiani, Adella Eka Dista; Ayunda, Ellysa Septia; Hussein, Arya Maulana
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026 | IN PRESS
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3312

Abstract

Kesehatan mental anak usia MI merupakan aspek fundamental yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak secara berkelanjutan. Pada usia sekolah dasar, anak mulai membangun relasi sosial yang lebih luas, sehingga dukungan teman sebaya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan kesehatan mental mereka. Dukungan positif dari teman sebaya dapat membantu anak mengembangkan rasa aman, kepercayaan diri, serta kemampuan mengelola emosi dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kesehatan mental anak usia MI/SD, dengan ruang lingkup kajian meliputi aspek emosi, perilaku, dan kemampuan sosial anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri dari anak usia MI/SD yang berada pada satuan pendidikan dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket dukungan teman sebaya, serta instrumen penilaian kesehatan mental anak yang mencakup stabilitas emosi, perilaku prososial, dan kemampuan interaksi sosial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kesehatan mental anak usia MI. Anak yang mendapatkan dukungan positif dari teman sebaya cenderung memiliki kestabilan emosi yang lebih baik, perilaku prososial yang lebih tinggi, serta tingkat kecemasan yang lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi dan dukungan teman sebaya berperan penting dalam menunjang kesehatan mental anak usia sekolah dasar, sehingga pendidik dan orang tua perlu menciptakan lingkungan sosial yang mendorong interaksi positif antar anak.