This Author published in this journals
All Journal LoroNG
Ariyani, Nafiska Sayekti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Bentuk-Bentuk Kekerasan dalam Film The Big 4: Perspektif Teori Poerwandari Asiyah, Siti; Ariyani, Nafiska Sayekti
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/lorong.v14i2.19814

Abstract

Budaya populer Indonesia mengalami pergeseran signifikan dalam representasi kekerasan di media, khususnya pada tayangan film. Masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan tayangan yang memadukan unsur kontradiktif, yaitu hiburan dan adegan aksi yang sarat kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kekerasan yang direpresentasikan dalam film The Big 4 melalui pendekatan kualitatif. Film The Big 4 dipilih karena menghadirkan narasi aksi yang dikombinasikan dengan unsur komedi, namun di dalamnya tersimpan konstruksi kekerasan yang berlapis, baik secara fisik maupun psikologis. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling terhadap adegan-adegan yang mengandung unsur kekerasan dan dianalisis berdasarkan teori bentuk-bentuk kekerasan dalam perspektif Poerwandari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk kekerasan yang dominan dalam film, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, dan kekerasan spiritual dengan total 15 temuan adegan kekerasan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kekerasan tidak hanya muncul melalui kontak fisik atau tindakan eksplisit, tetapi juga melalui bahasa, simbol, relasi kuasa, kedekatan emosional, dan ekspresi non-verbal. Selain itu, film dapat membingkai kekerasan sebagai bagian dari penyelesaian konflik, pembuktian kekuatan, serta legitimasi tindakan pertahanan diri. Penelitian ini dapat menjadi dasar kajian representasi kekerasan dalam media film Indonesia dan membuka ruang bagi penelitian lanjutan berbasis teori wacana, gender, maupun analisis resepsi audiens.