Pertumbuhan destinasi wisata edukatif di Kota Bandung mendorong pelaku industri pariwisata untuk menghadirkan inovasi dalam menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan imersif. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Virtual Reality (VR), yang kini mulai diterapkan di destinasi seperti Museum Gedung Sate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Keputusan Berkunjung Wisatawan terhadap kepuasan wisatawan, baik secara langsung maupun melalui teknologi Virtual Reality sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian deskriptif dan verifikatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 96 responden yang telah mencoba teknologi Virtual Reality di Museum Gedung Sate. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) menggunakan bantuan software SmartPLS 4. Variabel yang diteliti meliputi Keputusan Berkunjung Wisatawan (X), Teknologi Virtual Reality (Y), dan Kepuasan Wisatawan (Z). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Keputusan Berkunjung Wisatawan berpengaruh signifikan terhadap Teknologi Virtual Reality dan Kepuasan Wisatawan. Teknologi Virtual Reality juga berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Wisatawan. Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung antara Keputusan Berkunjung Wisatawan terhadap Kepuasan Wisatawan melalui Teknologi Virtual Reality. Hasil ini memperkuat bahwa teknologi digital seperti Virtual Reality dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisata dan memperkuat hubungan antara keputusan kunjungan dengan tingkat kepuasan wisatawan.