Urgensi penelitian ini untuk mengevaluasi kontribusi dan efektivitas penerimaan retribusi pemakaian alat terhadap pendapatan asli daerah, sehingga dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan pengelolaan pendapatan di UPT Logam Kota Yogyakarta. Pendapatan asli daerah (PAD) merupakan sumber pendanaan penting dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Salah satu sumber PAD berasal dari retribusi daerah, termasuk retribusi pemakaian alat yang dikelola oleh UPT Logam dinas perindustrian koperasi dan UKM Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dan efektivitas penerimaan retribusi pemakaian alat terhadap pendapatan asli daerah serta mengidentifikasi hambatan dan strategi peningkatan penerimaan retribusi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Data dokumentasi berupa laporan target dan realisasi penerimaan retribusi pemakaian alat UPT Logam periode tahun 2022–2024, sedangkan wawancara dilakukan kepada pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan penerimaan retribusi. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung rasio kontribusi dan efektivitas penerimaan retribusi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh kementerian dalam negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi retribusi pemakaian alat terhadap PAD UPT Logam pada tahun 2022–2024 tergolong sangat baik meskipun mengalami tren penurunan. Sementara itu, tingkat efektivitas penerimaan retribusi pada tahun 2022 dan 2024 berada pada kategori sangat efektif, sedangkan pada tahun 2023 berada pada kategori kurang efektif. Penurunan efektivitas tersebut dipengaruhi oleh berbagai hambatan, baik internal maupun eksternal, seperti keterbatasan operasional mesin dan menurunnya permintaan jasa permesinan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sistem pengendalian, optimalisasi pemanfaatan mesin, serta pengembangan layanan dan kerja sama guna meningkatkan penerimaan retribusi pemakaian alat di masa mendatang.