Gangguan jiwa adalah manifestasi perilaku menyimpang yang disebabkan oleh ketidakstabilan emosi, sehingga memunculkan tindakan yang tidak lazim. Pasien dengan gangguan jiwa juga rentan terhadap infeksi mulut seperti karies gigi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang menurun. Pengetahuan keluarga mempengaruhi kejadian karies pada pasien dengan gangguan jiwa. Studi ini akan menyelidiki korelasi dari pemahaman keluarga tentang kesgilut dengan tingkat karies gigi pada penderita gangguan jiwa. Penelitian ini akan dilaksanakan di Puskesmas Sukodadi Lamongan pada tahun 2025. Studi ini merupakan cross sectional, dan 54 keluarga pasien dengan gangguan sebagai responden yang berkunjung di puskesmas Sukodadi Lamongan. Instrumen penelitian berupa lembar kuisoner yang dibagikan ke keluarga pasien dengan gangguan jiwa untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan, lembar pemeriksaan DMF- T digunakan untuk mengetahui status karies gigi pada pasien. Analisa data menggunakan uji spearman rank untuk menentukan ada atau tidaknya korelasi antara tingkat pengetahuan ortu dengan karies pada pasien dengan gangguan jiwa. Hasil menunjukkan pengetahuan keluarga pasien mayoritas berkategori cukup, serta DMF-T pasien ODGJ mayoritas katagori sedang dan rendah. Hasil uji Spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan dengan (p) = 0,000 dan nilai korelasi r = 0,843 antara tingkat pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesgilut dengan karies pada pasien ODGJ di Puskesmas Sukodadi tahun 2025. dengan korelasi kekuatan hubungan kuat. Singkatnya, semakin baik pengetahuan keluarga mengenai kesgilut, semakin rendah kemungkinan pasien ODGJ mengalami karies gigi.