Desa Tarra Tallu di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara merupakan salah satu sentra produksi kakao yang menghasilkan limbah kulit kakao dalam jumlah besar setiap musim panen. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi pencemar lingkungan. Padahal, kulit kakao mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, serta serat pangan yang tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional. Melalui program ini, dilakukan optimalisasi pengolahan limbah kulit kakao menjadi produk pangan fungsional bernama KEKUKA (Keripik Kulit Kakao) berupa camilan sehat kaya serat dan antioksidan. Kegiatan meliputi edukasi masyarakat, pelatihan pengolahan limbah kulit kakao, formulasi produk, uji coba rasa, hingga strategi pemasaran berbasis potensi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan limbah kulit kakao menjadi produk fungsional mampu mengurangi limbah, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta menciptakan alternatif pangan lokal yang bergizi dan bernilai ekonomi. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal serta menjadi model pengembangan ekonomi sirkular di wilayah pedesaan.