Lukman, Abu
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN ORGANIZING PADA UMKM BAKSO HALAL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH: STUDI KASUS BAKSO SELERA TELANG Rohmah, Annisa Nur; El Maulidiyah, Ghafiratun Niam; Nurfadila, Nadia; Firmansyah, Maulana; Lukman, Abu; Zubaidah, Siti
TANSIQ: Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah TANSIQ │ Vol. 8 │ No. 2 │ 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the most vital sectors in Indonesia's economy as they contribute significantly to employment absorption and national economic stability. Within the Muslim-majority context, halal-based MSMEs have promising opportunities for growth, yet they also face managerial challenges. This study focuses on the organizing function in Bakso Selera Telang, a halal culinary MSME. The main issues identified include a simple organizational structure, informal division of labor, and weak internal mechanisms to ensure product halal integrity. This research employed a qualitative approach with a case study method, utilizing in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Findings indicate that while Islamic principles such as justice, trustworthiness, and transparency are already practiced, the organizing system remains underdeveloped. Strengthening efforts are needed, including establishing a clear organizational structure, developing halal-based standard operating procedures (SOP), professionalizing human resource management, and implementing transparent sharia-compliant financial records. These findings are important as they provide theoretical contributions to the literature on Islamic management, while also offering practical guidance for other halal MSMEs to enhance competitiveness and business sustainability.Keywords: Islamic economics, management organizing, halal MSMEs, culinary business AbstrakUMKM merupakan salah satu sektor vital dalam perekonomian Indonesia karena berperan besar dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan nasional. Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim, UMKM halal memiliki peluang besar untuk berkembang, namun juga menghadapi tantangan terutama dalam aspek manajerial. Penelitian ini menyoroti fungsi organizing pada UMKM Bakso Selera Telangyang beroperasi di sektor kuliner halal. Permasalahan utama terletak pada struktur organisasi yang masih sederhana, pembagian kerja informal, serta lemahnya mekanisme kontrol kehalalan produk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prinsip syariah seperti keadilan, amanah, dan transparansi telah diterapkan, sistem pengorganisasian usaha masih perlu diperkuat. Diperlukan pembenahan berupa pembentukan struktur organisasi yang jelas, penyusunan SOP halal, profesionalisasi sumber daya manusia, serta sistem pencatatan keuangan syariah yang transparan. Temuan ini penting karena memberikan kontribusi teoritis pada pengayaan literatur manajemen syariah, sekaligus manfaat praktis sebagai pedoman bagi UMKM halal lain untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya.AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the most vital sectors in Indonesia's economy as they contribute significantly to employment absorption and national economic stability. Within the Muslim-majority context, halal-based MSMEs have promising opportunities for growth, yet they also face managerial challenges. This study focuses on the organizing function in Bakso Selera Telang, a halal culinary MSME. The main issues identified include a simple organizational structure, informal division of labor, and weak internal mechanisms to ensure product halal integrity. This research employed a qualitative approach with a case study method, utilizing in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Findings indicate that while Islamic principles such as justice, trustworthiness, and transparency are already practiced, the organizing system remains underdeveloped. Strengthening efforts are needed, including establishing a clear organizational structure, developing halal-based standard operating procedures (SOP), professionalizing human resource management, and implementing transparent sharia-compliant financial records. These findings are important as they provide theoretical contributions to the literature on Islamic management, while also offering practical guidance for other halal MSMEs to enhance competitiveness and business sustainability.Keywords: Islamic economics, management organizing, halal MSMEs, culinary business AbstrakUMKM merupakan salah satu sektor vital dalam perekonomian Indonesia karena berperan besar dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan nasional. Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim, UMKM halal memiliki peluang besar untuk berkembang, namun juga menghadapi tantangan terutama dalam aspek manajerial. Penelitian ini menyoroti fungsi organizing pada UMKM Bakso Selera Telangyang beroperasi di sektor kuliner halal. Permasalahan utama terletak pada struktur organisasi yang masih sederhana, pembagian kerja informal, serta lemahnya mekanisme kontrol kehalalan produk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prinsip syariah seperti keadilan, amanah, dan transparansi telah diterapkan, sistem pengorganisasian usaha masih perlu diperkuat. Diperlukan pembenahan berupa pembentukan struktur organisasi yang jelas, penyusunan SOP halal, profesionalisasi sumber daya manusia, serta sistem pencatatan keuangan syariah yang transparan. Temuan ini penting karena memberikan kontribusi teoritis pada pengayaan literatur manajemen syariah, sekaligus manfaat praktis sebagai pedoman bagi UMKM halal lain untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya.AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the most vital sectors in Indonesia's economy as they contribute significantly to employment absorption and national economic stability. Within the Muslim-majority context, halal-based MSMEs have promising opportunities for growth, yet they also face managerial challenges. This study focuses on the organizing function in Bakso Selera Telang, a halal culinary MSME. The main issues identified include a simple organizational structure, informal division of labor, and weak internal mechanisms to ensure product halal integrity. This research employed a qualitative approach with a case study method, utilizing in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Findings indicate that while Islamic principles such as justice, trustworthiness, and transparency are already practiced, the organizing system remains underdeveloped. Strengthening efforts are needed, including establishing a clear organizational structure, developing halal-based standard operating procedures (SOP), professionalizing human resource management, and implementing transparent sharia-compliant financial records. These findings are important as they provide theoretical contributions to the literature on Islamic management, while also offering practical guidance for other halal MSMEs to enhance competitiveness and business sustainability.Keywords: Islamic economics, management organizing, halal MSMEs, culinary business AbstrakUMKM merupakan salah satu sektor vital dalam perekonomian Indonesia karena berperan besar dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan nasional. Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim, UMKM halal memiliki peluang besar untuk berkembang, namun juga menghadapi tantangan terutama dalam aspek manajerial. Penelitian ini menyoroti fungsi organizing pada UMKM Bakso Selera Telang yang beroperasi di sektor kuliner halal. Permasalahan utama terletak pada struktur organisasi yang masih sederhana, pembagian kerja informal, serta lemahnya mekanisme kontrol kehalalan produk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prinsip syariah seperti keadilan, amanah, dan transparansi telah diterapkan, sistem pengorganisasian usaha masih perlu diperkuat. Diperlukan pembenahan berupa pembentukan struktur organisasi yang jelas, penyusunan SOP halal, profesionalisasi sumber daya manusia, serta sistem pencatatan keuangan syariah yang transparan. Temuan ini penting karena memberikan kontribusi teoritis pada pengayaan literatur manajemen syariah, sekaligus manfaat praktis sebagai pedoman bagi UMKM halal lain untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya.