Perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa mengalami peningkatan seiring dengan tingginya tekanan akademik dan kemudahan akses belanja digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor psikologis, khususnya stres dan suasana hati, berperan penting dalam mendorong keputusan pembelian yang tidak terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres terhadap pembelian impulsif dengan suasana hati sebagai variabel mediator pada mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 400 mahasiswa aktif berusia 17–25 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres berpengaruh positif dan signifikan terhadap suasana hati (β = 0,174; p < 0,001) dan pembelian impulsif (β = 0,557; p < 0,001). Suasana hati juga berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif (β = 0,130; p = 0,001) serta terbukti memediasi secara parsial hubungan antara stres dan pembelian impulsif (β = 0,023; p = 0,009). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan stres dan regulasi suasana hati menjadi faktor penting dalam mengendalikan perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa.