Permasalahan utama yang dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat literasi zakat digital dan persepsi kemudahan teknologi di kalangan masyarakat Kelurahan Aek Tampang lingkungan 7, Kota Padangsidimpuan, yang menyebabkan sebagian besar masyarakat masih memilih metode pembayaran zakat secara manual meskipun potensi zakat di wilayah ini sangat besar. Selain itu, kurangnya sosialisasi dan kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat digital turut menjadi hambatan dalam adopsi aplikasi zakat online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi zakat dan persepsi kemudahan teknologi terhadap minat membayar zakat melalui aplikasi zakat online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada masyarakat setempat, serta analisis deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi zakat dan persepsi kemudahan teknologi memiliki peran penting dalam membentuk minat masyarakat untuk membayar zakat secara digital. Masyarakat yang memiliki pemahaman lebih baik tentang zakat digital dan menganggap penggunaan aplikasi mudah, cenderung lebih tertarik untuk melakukan pembayaran zakat melalui platform online. Namun, faktor budaya dan kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat tetap menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan adopsi zakat digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi dan sosialisasi mengenai zakat digital, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat untuk mendorong kepercayaan dan minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi zakat online