Cherry Noor Rizkia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kecakapan Hidup Abad 21 dengan Psikologi Perkembangan Peserta Didik: Studi Literatur Ayudhya, Nayla Farhah; Rembulan Eryani Gumilangsari; Cherry Noor Rizkia; Normalasari
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2139

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan kecakapan hidup yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mencangkup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas (4C), serta aspek sosial-emosional dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecakapan hidup abad ke-21 yang relevan dalam pendidikan, memahami karakteristik perkembangan psikologi peserta didik, serta menganalisis hubungan keduanya beserta implikasi pedagogiknya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel, buku, prosiding, dan tesis yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021-2025. Pencarian literatur dilakukan melalui basis dan data Scopus, ScienceDirect, ResearchGate, Google Scholar, Sinta, dan Garuda, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecakapan hidup abad ke-21 secara konsisten berfokus pada kompetensi 4C, dengan berpikir kritis sebagai keterampilan yang paling dominan. Selain itu, literasi digital, soft skills, serta keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam pengembangan peserta didik. Temuan juga mengungkap bahwa pengembangan kecakapan tersebut sangat dipengaruhi oleh tahap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran yang selaras dengan psikologi perkembangan, bersifat kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dan teknologi dinilai lebih efektif. Kesimpulannya, Sinergi antara kecakapan hidup abad ke-21 dan pemahaman psikologi perkembangan merupakan kunci dalam menciptakan praktik pendidikan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.