Fenomena perkembangan dibidang kuliner sudah semakin berkembang di Kota Pekanbaru. Terkhususnya keberadaan atau eksistensi bisnis rumah makan khas atau tradisional sudah semakin banyak dan berkembang. Eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru terus meningkat namun tidak semuanya dapat berkembang dan dapat mempertahankan eksistensinya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pemilihan makanan dan perbedaan selera cita rasa pada makanan. Masyarakat di Pekanbaru didominasi dengan penduduk beretnis minang yang lebih familiar dengan cita rasa makanan yang gurih dan pedas, sedangkan cita rasa makanan khas Jawa cenderung manis yang legit. Fenomena eksistensi rumah makan khas Jawa di Pekanbaru didukung oleh modal sosial yang kuat. Terdapat tiga unsur modal sosial yang mendukung keberlangsungan pada usaha rumah makan, yaitu (1) Nilai dan norma (2) Jaringan atau networks dan (3) Kepercayaan atau trust. Ketiga unsur modal sosial tersebut harus diterapkan baik antara pemilik rumah makan dengan karyawan maupun kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan pada salah satu rumah makan khas Jawa yang masih eksis di Pekanbaru, yaitu Gudeg Kendil Jogja. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara bersama beberapa informan yang memenuhi kriteria untuk diwawancara, dan mengumpulkan dokumentasi lainnya sebagai pendukung informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur modal sosial berhasil diterapkan oleh pemilik rumah makan dengan karyawan serta konsumen. Penerapkan modal sosial dan inovasi menjadi faktor utama rumah makan khas Jawa ini dapat mempertahankan eksistensinya di kota Pekanbaru.