Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan biaya dan tingkat profitabilitas pada CV. Bayu Mulia Lestari Kabupaten Tapanuli Tengah selama periode 2020–2024. Profitabilitas dalam penelitian ini diukur menggunakan rasio Net Profit Margin (NPM), yaitu perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan pendapatan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menghitung total biaya yang terdiri dari harga pokok proyek (HPP) serta biaya administrasi dan umum, kemudian menghitung rasio Net Profit Margin untuk mengetahui tingkat profitabilitas perusahaan setiap tahunnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya CV. Bayu Mulia Lestari mengalami peningkatan setiap tahun selama periode penelitian. Total biaya pada tahun 2020 sebesar Rp1.640.000.000 meningkat menjadi Rp2.850.000.000 pada tahun 2024. Peningkatan biaya tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya aktivitas usaha serta meningkatnya jumlah proyek yang dikerjakan perusahaan. Meskipun biaya mengalami peningkatan, pendapatan usaha perusahaan juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sehingga mampu menghasilkan laba bersih yang lebih besar. Tingkat profitabilitas yang diukur menggunakan rasio Net Profit Margin menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan kecenderungan meningkat. Nilai NPM pada tahun 2020 sebesar 42,26%, kemudian sedikit menurun menjadi 42,25% pada tahun 2021, dan kembali meningkat hingga mencapai 42,66% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola biaya secara cukup efisien sehingga peningkatan biaya yang terjadi masih sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha. Dengan demikian, kinerja keuangan CV. Bayu Mulia Lestari selama periode penelitian dapat dikatakan berada dalam kondisi yang baik.