Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BIBLIOMETRIK KOLABORASI DIGITAL DALAM PENANGANAN BENCANA : SINERGI PEMERINTAH, TEKNOLOGI, DAN KOMUNITAS Santiko Aji, Hendra; Sartika, Ika
Jurnal Inovasi dan Kreativitas (JIKa) Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jika.v6i1.11221

Abstract

Masalah: Permasalahan dalam penanganan bencana di era digital terletak pada belum optimalnya integrasi antara teknologi, kebijakan publik, dan partisipasi masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif. Kondisi ini menyebabkan respon terhadap bencana sering kali terfragmentasi dan kurang adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan perkembangan literatur ilmiah terkait kolaborasi digital dalam manajemen bencana, serta mengidentifikasi tren, tema utama, dan potensi kolaboratif lintas sektor.. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah analisis bibliometrik deskriptif. Data dikumpulkan dari basis data Scopus menggunakan kata kunci disaster management, digital collaboration, technology, dan community participation, dengan cakupan tahun 2017–2024. Sebanyak 462 artikel ilmiah dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer, dengan visualisasi berupa network, density, dan overlay maps untuk mengungkap struktur tematik dan dinamika temporal. Temuan/Hasil Penelitian: Temuan menunjukkan bahwa topik disaster management menjadi pusat kajian yang terhubung erat dengan isu teknologi seperti remote sensing, simulation training, dan artificial intelligence, serta aspek sosial seperti community response dan psychological support. Tiga klaster besar teridentifikasi: (1) pendekatan teknologi, (2) isu lingkungan, dan (3) dimensi sosial-kemanusiaan. Sejak pandemi COVID-19, terdapat peningkatan signifikan dalam kajian berbasis human-centered digital collaboration. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor teknologi, dan masyarakat sipil dalam membangun sistem manajemen bencana yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di era digital.