Radikalisme merupakan tantangan serius bagi keutuhan bangsa Indonesia karena berpotensi merusak nilai persatuan, toleransi, dan kehidupan demokratis. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa memiliki peran strategis dalam menghadapi dan menanggulangi radikalisme. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan radikalisme di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial melalui pendidikan, kebijakan publik, serta peran aktif masyarakat dapat menjadi instrumen efektif dalam mencegah berkembangnya paham radikal. Implementasi nilai Pancasila secara konsisten dan kontekstual menjadi kunci dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Radicalism constitutes a serious challenge to the unity of the Indonesian nation as it has the potential to undermine the values of unity, tolerance, and democratic life. Pancasila, as the state foundation and national ideology, plays a strategic role in addressing and countering radicalism. This article aims to examine the implementation of Pancasila values in responding to the challenges of radicalism in Indonesia. The research method employed is a library research approach by analyzing various scholarly journals, books, and relevant official documents. The findings indicate that strengthening the values of Belief in One Supreme God, Humanity, Unity, Democracy, and Social Justice through education, public policies, and active community participation can serve as effective instruments in preventing the spread of radical ideologies. The consistent and contextual implementation of Pancasila values is key to maintaining the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia.