Tri Rahadian, S.Sn, Dr. Bambang
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KASUS PENGGUNAAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHESDALAM MENERAPKAN ODORLESS CULTURE MELALUI ELEMENSTRUKTUR NARASI MANGA: BLEACH DAN ONE PIECE Jessica, B.A, M.M, Jessica, B.A, M.M; Tri Rahadian, S.Sn, Dr. Bambang; Park, B.A, M.Sn, M.Sn, Johanes
Profilm Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman dan Pertelevisian Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 1 - Maret 2026
Publisher : Akademi Komunikasi SAE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56849/jpf.v5i1.123

Abstract

Manga sebagai salah satu bentuk seni sekuensial populer memiliki peran penting dalam pembentukan identitas remaja lintas negara. Dalam konteks globalisasi dan runtuhnya narasi besar (meta narrative), Mangatidak lagi berfungsi semata sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai agen budaya yang menyublimkan nilai, ideologi, dan sistem makna secara tidak disadari oleh pembacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi odorless culture diterapkan melalui struktur narasi dalam dua Manga Jepang populer, yaitu Bleach karya Tite Kubo dan One Piece karya Eiichiro Oda. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, dikombinasikan dengan teori struktur narasi Manga oleh Hirohiko Araki sebagai kerangka pembacaan struktur narasi. Fokus analisis diarahkan pada karakter deutragonis sebagai titik jangkar untuk mengurai relasi penanda dan petanda dalam elemen naratif Manga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bleach dan One Piece menerapkan odorless culture melalui elemen narasi yang berbeda. Bleach menitik beratkan pada desain karakter sebagai penanda yang merepresentasikan sistem kepercayaan dan struktur organisasi, sementara One Piece mengandalkan pembangunan latar dunia (world-building) sebagai penanda yang menyublimkan berbagai sistem kekuasaan dan ideologi. Pola naratif yang berulang dalam setiap arc mengarahkan pembaca pada tema besar masingmasing Manga, yakni negosiasi identitas melalui sistem kepercayaan dalam Bleach dan perlawanan terhadap dominasi kekuasaan dalam One Piece. Penelitian ini menegaskan bahwa Manga merupakan medium kultural yang kompleks dan berfungsi sebagai sarana penyebaran nilai ideologis secara subliminal melalui strukturnarasi dan semiotika visualnya