Remaja putus sekolah merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami pengangguran dan masalah sosial. Di Kabupaten Bandung Barat, Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Remaja (PPSGBR) Lembang menyelenggarakan program pemberdayaan berbasis pelatihan keterampilan, bimbingan mental, dan pendampingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert pada 30 peserta, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan 6 pekerja sosial dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dinilai sangat efektif pada empat dimensi: perolehan keterampilan, kemandirian, bimbingan sosial, dan kepuasan layanan. Faktor pendukung keberhasilan program mencakup program yang terstruktur dan metode pembelajaran partisipatif. Hambatan utama yang dihadapi adalah fasilitas yang terbatas, durasi program yang dinilai singkat, dan motivasi peserta yang fluktuatif. Program ini terbukti secara signifikan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan peserta. Rekomendasi perbaikan program meliputi perpanjangan durasi pelatihan, peningkatan fasilitas, dan penambahan pendampingan pasca-program.