Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekofeminisme: Peran Perempuan sebagai Penjaga Hutan Adat Mandala Bayan di Kabupaten Lombok Utara Ashri Rahmatia
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.37573

Abstract

Abstrak Kesadaran terhadap relasi kuasa yang tidak seimbang dan marginalisasi yang telah mendarah daging terutama di lingkungan-lingkungan yang masih erat dengan budaya patriarki mengharuskan perempuan untuk terus berjuang untuk melawan dominasi gender, kesamaan rasa di mana perempuan dan alam yang sama-sama tidak berdaya dalam lingkaran patriarki mendorong gerakan perempuan untuk menjaga lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini ialah melihat seberapa jauh peran perempuan sebagai penjaga hutan adat Mandala Desa Bayan, KLU dari perspektif ekofeminisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif di mana data diambil dari berbagai kajian literatur dan wawancara langsung dengan para tokoh perempuan penjaga Hutan Adat Mandala. Hasil penelitian ini memperlihatkan peran krusial yang dipegang oleh para perempuan sebagai salah satu tokoh kunci yang mampu mendorong keberhasilan upaya melestarikan hutan adat Desa Bayan melalui berbagai langkah progresif berupa advokasi dan pembinaan untuk memupuk kesadaran masyarakat sehingga mampu menciptakan sinergitas dalam pemanfaatan dan pengelolaan hutan tanpa merusak hutan itu sendiri. Kata Kunci: Ekofeminisme, Perempuan, Hutan Adat. Abstract Awareness of unequal power relations and marginalization that have become ingrained, especially in environments that are still closely linked to patriarchal culture, requires women to continue to fight against gender domination, a sense of equality where women and nature are both powerless in the circle of patriarchy. encourage women's movements to protect the environment. The aim of this research is to see how far the role of women as guardians of the traditional Mandala forest in Bayan Village, KLU is from an ecofeminist perspective. This research uses a descriptive qualitative research method where data is taken from various literature studies and direct interviews with female figures who guard the Mandala Traditional Forest. The results of this research show the crucial role played by women as one of the key figures who are able to encourage the success of efforts to preserve the Bayan Village customary forest through various progressive steps in the form of advocacy and coaching to foster community awareness so that they can create synergy in forest utilization and management without destroying the forest itself. Keywords: Ecofeminism, Women, Indigenous Forests.