Adicita, Pravidya Ariya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Preferensi Jabatan Fungsional Analis Sumber Daya Manusia Aparatur: Analisis Dinamis Kapasitas Individual dan Kendala Institusional pada Pemerintah Daerah Adicita, Pravidya Ariya; Supriyono, Supriyono; Indaryani, Mamik
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2583

Abstract

Transformasi sistem merit dalam birokrasi publik menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai preferensi karier pada jabatan fungsional. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada niat awal memilih pekerjaan, sementara dinamika preferensi pasca-penempatan relatif kurang dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pembentukan preferensi jabatan fungsional Analis Sumber Daya Manusia Aparatur di lingkungan pemerintah daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatori dengan paradigma interpretivis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik thematic coding serta perbandingan lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi jabatan bukanlah keputusan administratif yang statis, melainkan proses evaluatif dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara kapasitas individu dan legitimasi struktural organisasi. Potensi dan kompetensi membentuk kesiapan awal, namun stabilitas preferensi sangat ditentukan oleh kualitas motivasi intrinsik dan kepuasan terhadap sistem karier, khususnya terkait kejelasan jenjang dan mekanisme angka kredit. Kompleksitas administratif dan ketidakpastian karier teridentifikasi sebagai faktor struktural yang dapat melemahkan preferensi, bahkan pada individu dengan motivasi tinggi. Secara teoretis, penelitian ini memperluas konsep person–job fit menjadi evaluasi dinamis pasca-penempatan dan mengintegrasikan perspektif human capital, motivasi pelayanan publik, serta kendala institusional dalam satu kerangka konseptual terpadu. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya reformasi sistem administrasi karier untuk mendukung keberlanjutan profesionalisme aparatur pada jabatan fungsional.