Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hierarki kebutuhan tokoh dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna dengan menggunakan perspektif psikologi humanistik Abraham Maslow. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi kehidupan masyarakat marginal dalam novel yang memperlihatkan berbagai konflik psikologis tokoh akibat tekanan sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan deskripsi yang merepresentasikan kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif berdasarkan kerangka hierarki kebutuhan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tokoh hanya mampu memenuhi kebutuhan fisiologis, sementara kebutuhan keamanan dan penghargaan tidak terpenuhi akibat kemiskinan struktural, stigma sosial, dan keterbatasan akses ekonomi. Tokoh Juleha, Gofar, dan Rini menunjukkan kegagalan mencapai aktualisasi diri karena hambatan pada kebutuhan dasar tersebut. Sebaliknya, tokoh Danang dan Pak Badut berhasil mencapai aktualisasi diri melalui tanggung jawab sosial dan pengorbanan terhadap keluarga meskipun beberapa kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan hierarki kebutuhan dalam konteks masyarakat marginal tidak selalu berlangsung secara linear, melainkan dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan nilai-nilai kemanusiaan yang membentuk motivasi hidup tokoh.