Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis deep learning serta kontribusinya terhadap penguatan literasi digital siswa, yaitu kemampuan mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara kritis dan bertanggungjawab di jenjang Sekolah Menengah Atas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di SMAN 20 Garut. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek dan pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, serta literasi digital. Literasi digital tercermin dari kemampuan siswa dalam mengakses, mengolah, dan menyajikan informasi menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi deep learning dalam Kurikulum Merdeka relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.