Desa Wajak, Kabupaten Malang, memiliki potensi ekonomi lokal berbasis budaya melalui kerajinan mendong yang telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, pengrajin mendong masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama keterbatasan akses pasar, rendahnya literasi digital, minimnya inovasi produk, serta lemahnya pengelolaan usaha. Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya minat generasi muda terhadap usaha kerajinan tradisional, yang berpotensi mengancam keberlanjutan budaya lokal. Kegiatan mini pengabdian masyarakat bertajuk “DIGIMEND: Digitalisasi Promosi untuk Pemberdayaan Produksi Mendong di Desa Wajak” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengrajin melalui digitalisasi pemasaran dan penguatan keterampilan kewirausahaan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan partisipatif, serta praktik langsung penggunaan media sosial, fotografi produk, pembuatan konten digital, desain kemasan ramah lingkungan, dan manajemen usaha sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pengrajin, terbentuknya akun media sosial bisnis, katalog produk, inovasi desain produk dan kemasan, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya branding dan pencatatan keuangan. Program ini tidak hanya memperluas potensi pemasaran produk mendong, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat pelestarian budaya dan inovasi berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kegiatan DIGIMEND berkontribusi dalam penguatan ekonomi kreatif masyarakat Desa Wajak secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 dan 11.