Abstrak Beasiswa 3T saat ini memberikan peluang kepada mahasiswa untuk meraih cita-cita ke universitas impian Namun mahasiswa yang berada di daerah 3T seringkali mengalami hambatan seperti kurangnya aksesibilitas yang memadai, angka kemiskinan yang tinggi dan niat sekolah yang rendah, tetapi ada juga mahasiswa yang bertahan menghadapi kesulitan dan bangkit dari keterbatasan untuk mencapai tujuan, fenomena ini dapat dikatakan sebagai resiliensi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resiliensi pada mahasiswa penerima beasiswa daerah 3T. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan melibatkan 4 partisipan. Hasil penelitian ini untuk mendeskripsikan bahwa partisipan mencapai resiliensi dengan memunculkan beberapa aspek yaitu optimisme, keterjangkauan, empati, regulasi emosi dan analisis kausal. Kemudian implikasi hasil penelitian ini menunjukkan pengembangan dan penguatan aspek-aspek resiliensi, seperti optimisme, empati, dan regulasi emosi, sangatlah krusial untuk mendukung keberhasilan partisipan. Oleh karena itu, institusi pendidikan dan penyelenggara beasiswa perlu mengintegrasikan program pengembangan resiliensi dalam pendampingan mahasiswa, selain itu memperkuat dukungan sosial juga menjadi penting agar mahasiswa dapat menghadapi berbagai tantangan dan mencapai tujuan akademik serta pribadi mereka dengan lebih efektif. Kata Kunci: Resiliensi, Mahasiswa, Beasiswa Daerah 3T Abstract3T scholarships currently provide opportunities for students to achieve their dreams to go to the university of their dreams. However, students who are in 3T areas often experience obstacles such as lack of adequate accessibility, high poverty rates and low school intentions, but there are also students who endure difficulties and rise from limitations to achieve goals, this phenomenon can be said to be Resilience. This study aims to describe resilience in 3T scholarship recipient students. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study method with 4 participants. The results of this study are to describe that participants achieved resilience by bringing up several aspects, namely optimism, affordability, empathy, emotion regulation and causal analysis. The implications of the results of this study indicate that developing and strengthening aspects of resilience, such as optimism, empathy, and emotion regulation, is crucial to support participants' success. Therefore, educational institutions and scholarship providers need to integrate resilience development programs in student mentoring, while strengthening social support is also important so that students can face various challenges and achieve their academic and personal goals more effectively. Keywords: Resilience, Student, 3T Scholarship