Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pemahaman dan Hambatan Pelaku UMKM terhadap Pelaporan PPN dan PPH 21 di Bandung Raya Aryahila, Satya; Gaffar, Dwiky Muhamad Farel; Alwi TB, M. Abdulloh; Zaky, Muhammad; Nursalam, Cahya Akbar; Ramadhan, Rizqia Rilar; Malik, Ahmad Afi
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1333

Abstract

Kepatuhan pelaporan pajak oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan faktor penting dalam optimalisasi penerimaan negara. Namun, tingkat kepatuhan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) di Bandung Raya masih belum optimal. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh perbedaan tingkat pemahaman perpajakan serta adanya hambatan administratif dan teknis dalam proses pelaporan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemahaman perpajakan dan hambatan pelaporan pajak terhadap kepatuhan pelaporan PPN dan PPh Pasal 21 pada pelaku UMKM di Bandung Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui survei terhadap 40 pelaku UMKM. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pelaporan PPN dan PPh Pasal 21, sedangkan hambatan pelaporan pajak tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pelaporan pajak dengan koefisien determinasi sebesar 42,7%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi dan pemahaman perpajakan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan pelaporan pajak UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi edukasi dan pembinaan perpajakan yang lebih efektif dengan menempatkan peningkatan pengetahuan sebagai prioritas dalam mendorong kepatuhan pajak sektor UMKM.   Tax reporting compliance among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is an important factor in optimizing state revenue. However, the level of compliance in reporting Value Added Tax (VAT) and Article 21 Income Tax (PPh 21) in the Greater Bandung area remains relatively low. This condition is presumed to be influenced by differences in tax understanding and the presence of administrative and technical barriers in the reporting process. This study aims to analyze the effect of tax understanding and tax reporting barriers on VAT and Article 21 Income Tax reporting compliance among MSMEs in Greater Bandung. The research employed a quantitative approach with a correlational design through a survey of 40 MSME actors. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and analyzed using multiple linear regression to examine both partial and simultaneous effects among variables. The findings show that tax understanding has a positive and significant effect on VAT and Article 21 Income Tax reporting compliance, while tax reporting barriers do not have a significant partial effect. However, simultaneously both variables significantly influence tax reporting compliance with a coefficient of determination of 42.7%. These results highlight that improving tax literacy and understanding is a key factor in enhancing MSME tax reporting compliance. This study provides practical contributions for developing more effective tax education and assistance strategies by prioritizing knowledge enhancement to increase compliance in the MSME sector.