Kasus yang terjadi karena adanya virus dengue dan disebabkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti merupakan salah satu penyakit menular yang disebut Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini di Indonesia terjadi peningkatan pada tahun 2024. Diberikan pengobatan suportif dan simptomatik yang tepat dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien. Tujuannya mengetahui antara hubungan rasionalitas penggunaan obat antipiretik-analgesik dan terapi cairan terhadap outcome klinis suhu badan dan jumlah trombosit pasien rawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional mendekati cross sectional dan diambil datanya secara retrospektif. Sampel yang diteliti sebanyak 100 pasien selama periode Januari-Oktober 2024. Rasionalitas penggunaan obat pada penelitian ini mendapatkan hasil tepat diagnosis 99%, tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat antipiretik-analgesik 92% dan terapi cairan 100%, tepat dosis antipiretik-analgesik 95% dan terapi cairan 85%, tepat lama pemberian obat 99%, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, tepat pasien, dan tepat informasi sebanyak 100%. Analisis rasionalitas penggunaan obat antipiretik-analgesik terhadap suhu badan dengan uji chi-Square mendapatkan hasil p 0,017 (p<0,05), artinya memiliki hubungan yang signifikan. Sedangkan rasionalitas penggunaan terapi cairan terhadap jumlah trombosit dengan uji chi-square mendapatkan hasil p 0,021 (p<0,05), artinya memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Rasionalitas, Outcome Klinis, Antipiretik- Analgesik, Terapi Cairan