Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI LANSIADENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI POSYANDU LANSIA DUSUN DUKUH GEDONGKIWO Novita Savitri Anggraeni; Ruhyana, Ruhyana; Widiastuti, Widiastuti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik sosiodemografi lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi, dan status pernikahan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 responden lansia penderita Diabetes Melitus Tipe II yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan instrumen penelitian, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia lanjut 60–74 tahun sebesar 66,1%, berjenis kelamin perempuan sebesar 75,0%, memiliki tingkat pendidikan rendah dengan lulusan Sekolah Dasar sebagai proporsi terbesar sebesar 28,6%, serta memiliki status ekonomi rendah dengan pendapatan kurang dari Rp500.000 sebesar 62,5%. Mayoritas responden berstatus menikah sebesar 69,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa Diabetes Melitus Tipe II pada lansia lebih dominan terjadi pada kelompok usia lanjut, perempuan, berpendidikan rendah, dan berstatus ekonomi rendah, dengan sebagian besar masih memiliki pasangan hidup. Karakteristik tersebut perlu menjadi perhatian dalam perencanaan intervensi promotif dan preventif serta pengelolaan Diabetes Melitus Tipe II yang menekankan pada edukasi kesehatan, dukungan sosial, dan peningkatan akses layanan kesehatan bagi lansia